logo

logo

Rabu, 19 November 2014

Senjata dari masa ke masa

Dalam hal ini banyak sekali senjata yang tadinya dibuat berdasarkan dengan apa adanya barang disekitar. Yang paling terkenal adalah banyak sekali yang berbahan dasar bambu. Diartikan bahwa masyarakat zaman dahulu sangatlah bergantung kepada yang namanya bahan disekitar rumah tempat tinggal kita. Contoh dari barang tersebut adalah seperti dibawah ini :
Seiring berjalannya waktu perkembangan sangatlah maju semakin pesat dari yang tadinya sangat sederhana jadi berkembang dengan adanya beberapa kemajuan contohnya meriam yang gambarnya diambil dari museum Satria Mandala


Dari yang tadinya meriam kita coba kembali lagi ke senjata yang sangat simple yaitu senapan yang biasa digunakan dalam peperangan baik yang laras pendek maupun yang laras panjang 








Kita juga memperkenalkan alat perang berupa tank yang bisa didaratan dan dilautan dimana sering disebut dengan yang namanya tank amphibi. Biasanya tank ini digunakan pada saat latihan medan perang yang berada dilautan dan maupun didaratan terlebih dengan adanya kapal laut diharapkan perairan Indonesia semakin aman dari para penyusup dari negara tetangga atau asing


Sementara itu ada juga kita memiliki foto dari wilayah udara terutama yang menjadi senjata andalan TNI AU dimana helikopter dan pesawat pembawa bom yang sudah beroperasi sejak lama dan jaya dimasanya. 




Senin, 10 November 2014

Hari Pahlawan Nasional

Menurut kami persenjataan sangatlah berhubungan erat dengan yang namanya pahlawan terutama pahlawan nasional. Dalam hal ini kami sendiri sangatlah bangga kepada para pahlawan yang sudah berjuang dalam peperangan dengan modal bambu runcing sampai sekarang dengan alat yang modern dan mutakhir mungkin. Kami sendiri menghimbau kepada para mahasiswa untuk tidak melupakan perjuangan para pahlawan yang sudah mengharumkan dan membuat Indonesia merdeka. Kami dalam kampanye ini juga mengingatkan kepada mahasiswa supaya dapat berjuang dengan tidak putus asa dalam menghadapi situasi sampai menjelang kelulusan nanti dan bisa menyelesaikan studi dengan baik dengan belajar yang rajin dan pantang menyerah dan yang lebih parah lagi bila kita meninggalkan sikap nasional dan patriotisme kita. Ini merupakan modal bagi kita para pemuda untuk membuat Indonesia lebih maju lagi dengan adanya mental dan kualitas manusianya sendiri yang mampu bersaing dengan banyak negara. 
Persenjataan Indonesia sungguh berkembang dengan pesat dan kita pun melihat banyak secara nyata ini diharapkan sejalan dengan banyaknya permasalahan yang dihadapi Indonesia. 
Berikut kami ambil gambar contoh persenjataan dengan orang muda dalam menggunakan atau tentara dengan menggunakan alat perang tersebut. Diharapkan dengan memperingati hari pahlawan ini pemuda Indonesia dengan cara yang baik dan benar.

Senin, 03 November 2014

Ada yang berbeda dengan alat perang dari TNI-AL



TNI AL Rekrut 37 Pama Spesialis Senjata Elektronik

TNI AL merekrut 37 orang Perwira Pertama (Pama) yang telah menyelesaikan pendidikan spesialisasi senjata elektronik di Komando Pengembangan dan Pendidikan TNI AL (Kobangdikal). Di kapal perang nantinya, mereka bertanggung jawab pada operasionalisasi persenjataan elektronika dan antisipasinya.Penutupan program Pendidikan Spesialisasi Perwira Senjata Elektronika dilakukan Wakil Komandan Kobangdikal Brigadir Jenderal (Marinir) Sturman Panjaitan, di Surabaya, Kamis (10/1).

“Saya yakin dengan kemampuan yang dimiliki, kalian mampu berperan sebagai perwira divisi di KRI kelas korvet maupun Sigma, atau jabatan setingkat lain di KRI dan satuan-satuan TNI AL,” kata Komandan Kobangdikal, Laksamana Muda TNI Joko Wahojo, dalam amanat yang dibacakan Panjaitan.

Komandan Pusat Pendidikan Elektronika Kobangdikal, Kolonel Laut (Elektronika) M Suhari, menambahkan, selama masa pendidikan, ke-37 perwira itu mempelajari seluruh sistem senjata, komunikasi dan elektronik yang digunakan kapal-kapal perang TNI AL.”Selain sistem senjata dan komunikasi, mereka juga mempelajari kelistrikan dan elektronik dari berbagai macam peluru kendali yang di miliki TNI AL, di antaranya torpedo, Harpoon, dan Exocet,” katanya.

Mengutip catatan tertulis dari Bagian Penerangan Kobangdikal, ke-37 perwira TNI AL itu digembleng di Sekolah Perwira Pusat Pendidikan Elektronika selama lebih kurang tujuh bulan.

Pendidikan spesialisasi senjata elektronika merupakan yang terlama dibanding program spesialisasi perwira lainnya, semisal pelaut, teknik, suplai, hukum, Marinir, dan Polisi Militer AL, yang berkisar empat hingga enam bulan.

SUMBER : Jhonlennon20.wordpress.com

SENJATA BARU TNI: Nexter Caesar, Meriam Kelas Berat Penggempur Sasaran Jauh




Tahun 2012 ini cukup banyak persenjataan baru yang mulai berdatangan memperkuat jajaran TNI. Salah satu di antaranya adalah meriam jarak jauh atau howitzer kelas berat berkaliber 155 mm, Nexter Caesar.Seperti diberitakan antara lain dijurnal pertahanan Jane’s DefenseWeekly, Indonesia bakal secara total membeli 37 unit howitzer swagerak ini, yang akan dikirim pada 2013-2014 mendatang. Dengan pengadaan ini, Indonesia akan menjadi negara keempat di dunia yang menggunakan senjata andalan AD Prancis ini. Selain Prancis sendiri selaku pembuatnya, Caesar juga sudah digunakanArab Saudi dan negeri tetangga sesama anggota ASEAN, Thailand. Negeri lain yang tengah pikir-pikir untuk membeli adalah Denmark.

Sesuai jenisnya yaitu howitzer swagerak, meriam supergede ini memang bisa “jalan-jalan” sendiri karena terpasang secara integral dengan truk Renault Sherpa berpenggerak enam roda dengan kecepatan maksimal 100 km per jam dan jarak jelajah hingga 600 km tanpa mengisi ulang bahan bakar. Lain halnya dengan howitzer konvensional yang harus ditarik truk dengan gandengan untuk mobilitas. Pilihan lain kendaraan platformnya adalah Mercedes Benz Unimog, seperti yang dipakai untuk Caesar pesanan Arab Saudi.

Menurut Army-Technology.com, Caesar mulai dirintis tahun 2003 saat AD Prancis memesan lima unit untuk uji coba sebagai pengganti howitzer tarik TRF1. Kontrak pengadaan akhirnya diteken pada 2004 untuk pembelian 72 unit howitzer swagerak ini, dan produksinya pun dimulai pada Juni 2006.

Dilihat dari sistem meriamnya, sebenarnya Caesar masih mengadopsi sistem lama yang sebelumnya terpasang di howitzer swagerak yang menggunakan platform tank AMX-13. Meski begitu, sejumlah rancangan baru membuat meriam ini makin ampuh dan yang paling penting, praktis digunakan.


Dengan bobotnya yang lebih ringan ketimbang artileri swagerak lain yang biasanya berbasis tank, Nexter Caesar bisa dibawa dengan pesawat angkut militer C-130 Hercules untuk misi jarak jauh. 


(nexter)Misalnya saja, semua sistem persenjataan dan awak bisa dibawa oleh satu unit Caesar. Enam awak per unit bisa dibawa di dalam kabin truk pembawa dengan perlindungan cukup. Selain itu truk pembawa juga sudah bisa membopong 16 peluru yang tersimpan di rak-rak yang terpasang di bawah meriam. Semua sistem navigasi, pengintaian dan pengendalian tembakan juga sudah terpasang di truk itu. Jadi, setiap unit Caesar bisa beroperasi secara mandiri.



Sistem pengintaian sasaran dan pengendalian tembakan menggunakan FAST-Hit, sistem terkomputerisasi yang dikembangkan Nexter dan EADS Defense Electronics. Sistem ini dipadukan dengan radar Intertechnique ROB4 dan sistem navigasi SAGEM Sigma 30 plus GPS. Dengan semua sistem ini, kru meriam tak lagi butuh panduan dari tim lain. Penyetelan sudut tembakan dan kebutuhan lainnya dikendalikan dengan menggunakan komputer berlayar sentuh yang terpasang kokoh dalam lindungan kotak baja di dekat meriam.

Sistem penembakannya juga semi otomatis, sehingga meriam ini bisa menembakkan hingga enam proyektil dalam semenit, sementara penyiapan semua sistemnya mulai dari persiapan fisik senjata, pengintaian dan pembidikan sasaran hingga penembakan pertama bisa dilakukan dalam waktu kurang dari semenit. Kalau Anda perhatikan dalam video peragaan penembakan, tak terlihat ada selongsong peluru yang keluar setiap kali salvo tembakan dilakukan. Ini lantaran Caesar sudah menerapkan penggunaan peluru jenis tanpa selongsong atau caseless. Hal ini menguntungkan karena bobot peluru jadi lebih ringan dan tak meninggalkan limbah selongsong.

Untuk jenis pelurunya, Caesar bisa menggunakan berbagai jenis sesuai kebutuhan. Salah satu tipe yang diunggulkan adalah tipe Ogre. Meski jenisnya konvensional alias tidak menggunakan sistem kendali canggih seperti jenis peluru lain, Ogre tetap sangat berbahaya karena dalam setiap proyektilnya terdapat 63 set peledak atau bomblet, yang akan memecah keluar dan meledak dalam pola menyebar di atas sasarannya. Penembakan berturutan enam proyektil Ogre bisa menyapu wilayah sasaran seluas 3 hektare, pada jarak jangkau tembakan hingga 35 km. Meriam Caesar sendiri bisa menembakkan proyektil hingga jarak maksimal 42 km.

sumber: SoloPos

Mengapa memilih membuat blog ini tentang persenjataan ?

Sebelumnya kami belum memperkenalkan kami ini siapa dan dari mana. Kami adalah mahasiswa dari Universitas Katolik Atma Jaya Jakarta. Bonfilio Mahendra Wahanaputra 2013-022-32 dan Isodorus Arie Tristanto 2013-022-109
Kami memilih tema ini karena sangat berkaitan dengan pergantian pemerintahan Indonesia di tahun 2014 ini dimana kita seharusnya mengetahui begitu banyak sekali sumber daya baik alam dan manusia yang dimiliki oleh Indonesia terlebih sumber daya yang berkaitan dengan kelengkapan alat perang. Alustita yang digunakan atau yang dipunya oleh Indonesia begitu banyak baik dari berbagai angkatan. Dengan bergantinya masa pemerintahan dari pemerintahan SBY ke pemerintahan Jokowi adakah perubahan yang sangat signifikan dan sangat mencolok dari kelengkapan alat perang yang Indonesia punya. Perlu kita ketahui kita di Indonesia selain Polisi masih ada tiga angkatan bersenjata yang aktif ikut membantu dalam pencapaian perdamaian dunia khususnya di Timur Tengah. TNI AL, AD, dan AU merupakan bagian yang kompleks dan sangat membantu pada perang di timur tengah untuk mengedepankan yang namanya perdamaian diantara kita semua. Dalam hal ini seharusnya pemerintah kita lebih aktif dalam memperbaharui persenjataan kita terutama dalam hal menjaga perdamaian. Perlu kita ketahui bahwa Indonesia sangatlah aktif sementara bila persenjataan tidak di update atau diperbaharui maka Indonesia sendiri akan kesusahan dalam menjaga keamanan negeri ini terutama Indonesia masih masuk dalam keamanan PBB untuk Timur Tengah dan pastinya alustita dan peralatan perang harusnya sudah diperbaharui demi tuntutan jaman yang begitu kompleks dan menuntun untuk diperbaharui.
Kami sebenarnya masih belum yakin dengan blog ini terutama dalam hal atau dalam segi isi dikarenakan kami belum mengetahui dengan pasti perlengkapan apa saja yang dimiliki oleh Indonesia. Menarik memang pembicaraan ini untuk dibicarakan namun dengan dibuatnya blog ini diharapkan kami mampu dalam melengkapi dan memeberitahukan persenjataan perang yang dimiliki oleh Indonesia.